MTs Aisyah menggelar peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari Selasa, 25 Februari 2025. Acara ini dihadiri oleh seluruh peserta didik, yang menunjukkan antusiasme dan komitmen mereka dalam memperingati peristiwa besar dalam sejarah Islam ini. Peringatan kali ini berlangsung dengan penuh khidmat dan makna, mengambil tema “Mempertegas Jati Diri Keimanan, Ketaqwaan, dan Keislaman Kita kepada Allah SWT dengan Meningkatkan Ibadah Sholat serta Memperkuat Wawasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”. Tema ini sangat relevan dengan tantangan zaman yang terus berkembang, di mana umat Islam diajak untuk tetap menjaga esensi keimanan, ketaqwaan, dan keislaman di tengah pesatnya perkembangan zaman. Selain itu, tema ini juga mengingatkan umat Islam untuk terus berinovasi, memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai agama.
Kegiatan dimulai dengan khataman Al-Qur’an oleh peserta didik kelas 9 MTs Aisyah. Mereka berhasil manamatkan membaca Al-Qur’an 30 juz, suatu pencapaian luar biasa yang menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika madrasah. Khataman ini bukan hanya sekadar acara simbolis, tetapi juga merupakan bukti nyata komitmen mereka dalam mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Momen ini mengingatkan kita semua akan pentingnya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari, baik dalam aspek spiritual maupun kehidupan sosial. Khataman Al-Qur’an ini menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih mendalami isi kitab suci dan menjadikannya sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan.
Setelah khataman, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Muhamad Atori, yang juga guru mata pelajaran Aqidah Akhlak. Dalam tausiyahnya, Atori menyampaikan pesan yang sangat penting mengenai ibadah sholat, yang merupakan tiang agama dan amalan pertama yang akan ditanya kelak di Padang Mahsyar. Ia menegaskan bahwa sholat adalah ibadah yang membedakan umat Islam dari umat agama lainnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk menjaga dan melaksanakan sholat dengan baik dan benar, sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Atori juga mengingatkan bahwa sholat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi harus menjadi ibadah yang membawa ketenangan dan kedamaian hati bagi setiap muslim yang melaksanakannya.
Atori memberikan penjelasan mendalam mengenai tata cara sholat yang benar. Hal ini sangat penting mengingat banyaknya umat Islam yang masih memerlukan pemahaman lebih lanjut mengenai hal ini. Sholat yang sah dan diterima oleh Allah SWT harus dilaksanakan dengan penuh penghayatan dan ketulusan hati, bukan sekadar rutinitas semata. Atori mengajak peserta didik untuk memperbaiki niat dan kualitas ibadah mereka, sehingga sholat benar-benar menjadi amalan yang membawa kedamaian dan keberkahan dalam hidup.
Selain itu, Atori juga mengajak para peserta didik untuk merenungkan perjalanan malam Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra dan Mi’raj, yang merupakan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam. Perjalanan ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha. Sebaliknya, Perjalanan tersebut mengandung makna yang sangat dalam, baik secara spiritual maupun sosial. Perjalanan ini mengajarkan kita untuk terus berkembang, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang kini semakin maju dan berkembang pesat. Seperti halnya Rasulullah SAW yang diangkat derajatnya melalui perjalanan luar biasa tersebut, umat Islam diajak untuk mengejar kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip agama yang kuat.
Sebagai bagian dari tausiyah, Atori juga mengingatkan seluruh peserta didik untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan 1446H. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana setiap amal perbuatan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Atori mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri baik secara fisik, mental, dan spiritual agar dapat menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan. Bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki diri.
Acara peringatan Isra Mi’raj ini diwarnai dengan berbagai hiburan yang disuguhkan oleh para peserta didik. Mereka menampilkan berbagai bentuk kreativitas, mulai dari musik, drama, hingga tarian, yang bertujuan untuk menghibur sekaligus menyemarakkan suasana. Acara hiburan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan rasa solidaritas antara sesama peserta didik. Kreativitas yang ditunjukkan oleh para peserta didik dalam acara ini juga menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai positif dan mempererat hubungan antar sesama.
Peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini bukan hanya sebuah seremonial belaka, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pemahaman kita terhadap ajaran agama Islam. Semoga kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan ibadah, memperdalam pengetahuan, dan memperkuat rasa cinta kepada Allah SWT. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pendorong bagi mereka untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat, agar bisa meraih keberkahan dan manfaat yang maksimal.
Dengan adanya kegiatan peringatan Isra dan Mi’raj ini, MTs Aisyah tidak hanya ingin memperingati sejarah besar umat Islam, tetapi juga ingin menanamkan nilai-nilai spiritual yang dapat membawa dampak positif dalam kehidupan para peserta didik. Semoga kita semua dapat terus istiqomah dalam menjalankan ajaran agama, serta senantiasa meningkatkan kualitas ibadah dan pengetahuan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.

