Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Tahun Ajaran 2024–2025 di MTs Aisyah telah resmi berakhir. Diselenggarakan selama lebih dari sepekan, mulai dari hari Senin, 28 April 2025 hingga Selasa, 6 Mei 2025, kegiatan ini berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat dari seluruh unsur yang terlibat.
Sebanyak 29 peserta didik kelas IX menjadi peserta ujian, dan seluruhnya hadir dan mengikuti UM tanpa ada yang absen. Hal ini menunjukkan tingkat kesiapan dan kesadaran tinggi dari para peserta didik terhadap pentingnya momen ini dalam perjalanan pendidikan mereka.
Pelaksanaan UM tahun ini didukung penuh oleh tim kepanitiaan yang kompak dan profesional. Kepanitiaan dipimpin langsung oleh Muhamad Iqbal, yang selain menjabat sebagai Kepala Madrasah, juga bertindak sebagai ketua panitia UM. Peran sekretaris dipercayakan kepada Muhamad Atori, guru mata pelajaran Aqidah Akhlak. Di posisi bendahara, Hj. Iis Hamaliah, guru Bahasa Indonesia, turut memastikan segala kebutuhan UM tersedia dengan baik. Sementara itu, dua guru lainnya, Yustin Zakiyyah yang mengajar Bahasa Inggris dan Hasan Basri dari bidang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, dipercaya sebagai anggota panitia yang bertugas membantu berbagai keperluan teknis dan koordinasi lapangan.
Sinergi antaranggota panitia membuat proses persiapan hingga pelaksanaan berjalan mulus. Segala sesuatu dipersiapkan jauh-jauh hari, mulai dari pembuatan jadwal, distribusi soal, hingga pengawasan ruang, sehingga setiap sesi ujian berlangsung sesuai jadwal dan standar yang telah ditentukan.
Materi ujian yang diujikan dalam UM disusun oleh para guru mata pelajaran masing-masing. Untuk mata pelajaran umum, guru mengacu pada Kurikulum 2013, sedangkan untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab, acuan yang digunakan adalah Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 Tahun 2019. Setiap soal dirancang untuk tidak hanya mengukur aspek kognitif peserta didik, tetapi juga untuk menilai pemahaman mendalam serta kemampuan menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata.
Selama pelaksanaan UM, pengawasan dilakukan oleh guru-guru yang telah dijadwalkan secara bergilir oleh panitia. Hal ini memungkinkan seluruh proses berlangsung adil dan tertib, tanpa mengurangi kenyamanan peserta dalam mengerjakan soal. Kehadiran para pengawas turut menciptakan suasana yang kondusif di ruang-ruang ujian, membantu menjaga ketertiban dan memastikan semua berjalan sesuai prosedur.
Pada hari kedua ujian, Selasa, 29 April 2025, MTs Aisyah mendapat kunjungan dari Dr. Tony Sudjarwo, M.Si., selaku pengawas pembina madrasah. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa seluruh aspek pelaksanaan UM sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kunjungan beliau bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bentuk nyata dari komitmen pembinaan dan pengawasan madrasah. Dengan didampingi oleh Kepala Madrasah, beliau melakukan inspeksi langsung ke ruang-ruang ujian.
Dalam kunjungan tersebut, beliau sempat berdialog singkat dengan para pengawas ruang, memastikan tidak ada kendala teknis maupun administratif yang menghambat pelaksanaan UM. Beliau juga menunjukkan perhatian besar terhadap semangat belajar peserta didik, memberi motivasi kepada mereka agar tetap tenang dan percaya diri dalam mengerjakan soal. Kehadiran beliau turut memberi suntikan semangat, baik bagi peserta didik maupun bagi seluruh panitia yang bertugas.
Sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 694 Tahun 2025, Ujian Madrasah memiliki peran penting sebagai instrumen penilaian capaian hasil belajar peserta didik. UM menjadi ujian akhir yang menilai secara menyeluruh penguasaan peserta didik terhadap seluruh mata pelajaran yang telah dipelajari selama jenjang pendidikan di madrasah. Tak hanya itu, UM juga menjadi salah satu syarat dalam penentuan kelulusan peserta didik.
Melalui UM, peserta didik diharapkan mampu menunjukkan kompetensi akademik yang telah dibentuk selama tiga tahun terakhir. Oleh karena itu, UM bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter, tanggung jawab, serta pembuktian kesiapan peserta didik melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Dengan selesainya seluruh rangkaian UM, harapan besar kini tertuju pada hasil yang akan segera diproses dan diumumkan. Semua pihak berharap agar peserta didik mampu meraih hasil terbaik sesuai dengan usaha yang telah mereka lakukan. Dari panitia hingga para guru pengawas, dari penyusun soal hingga peserta didik yang berjuang di setiap sesi ujian, semuanya telah memberikan yang terbaik.
Apresiasi yang tinggi patut diberikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya para peserta didik kelas IX yang menunjukkan kedisiplinan, kejujuran, dan semangat belajar selama pelaksanaan UM. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dengan penuh percaya diri dan harapan yang tinggi.







